PHKT Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Marangkayu Lewat Bertani Kopi

Head of Communication Relation dan CID Zona 10 PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), Dharma Saputra

Melihat potensi ini, sejak tahun 2019 PHKT hadir berkolaborasi dengan mendukung menyediakan sarana produksi yang ramah lingkungan, termasuk pupuk kompos dari limbah domestik perusahaan, yang disebut kontan. Program ini membantu petani menekan biaya produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Alhamdulillah, hasilnya sangat positif. Kopi Liberica Luwak kini dihargai premium, Rp425 ribu hingga Rp450 ribu per 100 gram, atau sekitar Rp4,5 juta per kilogram. Lahan yang dikembangkan telah mencapai 35 hektar, dan pendapatan rumah tangga petani pun meningkat signifikan,” ujarnya saat ditemui di Ruangan Wiek, Diskominfo Kaltim, Senin, (8/9/2025).

Setelah lima tahun, program ini masuk tahap exit program. Meski demikian, pendampingan masif terus dilakukan PHKT terus memantau perkembangannya. Bahkan saat ini, kopi Liberica Luwak sudah dipasarkan oleh mitra dari sektor migas, non migas, hingga hotel-hotel di Samarinda.